BAB
II
KETENTUAN DASAR
PELAKSANAAN
home
Bab1 Bab3
2.1.
Prinsip Dasar
a.
Seseorang dikategorikan sebagai orang miskin jika pendapatan setiap
harinya kurang dari 2 US Dolar ( Kriteria UNDP ).
b.
Seseorang dikategorikan miskin jika termasuk dalam data orang miskin
hasil pendataan BPS tahun 2005 ( 16 Indikator kemiskinan BPS yang diberlakukan
secara nasional ).
c.
Secara sosiologis, terdapat 2 kelompok orang miskin yaitu mereka yang
dikategorikan miskin struktural dan miskin kultural. Miskin struktural adalah
kemiskinan yang diakibatkan oleh ketidak berdayaan seseorang atau kelompok orang
didalam mengakses sumber-sumber perekonomian karena sistem dan mekanisme
kehidupan yang melingkupinya tidak berpihak kepada kepentingan rakyat di tingkat
bawah.
Miskin kultural
adalah kemiskinan yang diakibatkan oleh adat, budaya dan kebiasaan yang
dijalankan oleh seseorang atau sekelompok orang yang menganggap bahwa hidup
sebagai orang miskin adalah sesuatu yang sudah seharusnya berlaku, suatu
kewajaran atau bahkan sebagai takdir yang tidak bisa ditolak.
d.
Kota Blitar membagi 4 klasifikasi keluarga miskin yaitu penganggur
(A), setengah pekerja (B), Pekerja (C) dan rentan (D).
Gakin
penganggur
adalah keluarga
miskin yang kepala keluarganya menganggur atau setengah pekerja tapi punya
tanggungan lebih dari 5 orang yang masih nganggur
Gakin
setengah pekerja
adalah keluarga
miskin yang kepala keluarganya setengah pekerja atau pekerja tapi punya
tanggungan lebih dari 5 (lima) orang yang masih setengah pekerja
Gakin
Pekerja
adalah keluarga
miskin yang kepala keluarganya pekerja dan Tidak punya tanggungan lebih dari 5
(lima) orang yang masih menganggur atau setengah pekerja
Gakin Rentan
adalah
keluarga miskin yang kepala keluarganya rentan karena usia lanjut (diatas 60
tahun) / cacat atau kepala keluarganya
penganggur dan punya anak sekolah atau punya tanggungan keluarga lebih dari 8
(delapan) orang.
-
Masalah
kemiskinan adalah merupakan masalah bersama yang memerlukan partisipasi
seluruh komponen didalam penanggulangannya. Karenanya, pelaksanaan program
Gerakan Perang Melawan Kemiskinan ( GPMK ) Kota Blitar harus didukung secara
aktif oleh seluruh lapisan warga masyarakat terutama oleh warga masyarakat
miskin itu sendiri sebagai pelaku – pelaku yang aktif dan mandiri.
2.2.
Ruang Lingkup Kegiatan
a.
Peningkatan kesadaran dan solidaritas sosial
seluruh unsur dan
komponen masyarakat untuk ikut serta secara aktif didalam menanggulangi
kemiskinan melalui GPMK di Kota Blitar.
Sasaran ini akan
diserahkan penggarapannya kepada Pokja tokoh agama.
b.
Peningkatan kesadaran, motivasi, kemauan dan kemampuan warga masyarakat miskin
untuk
dapat mengatasi masalahnya sendiri melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif.
Sasaran ini diserahkan penggarapannya kepada Pokja lembaga-lembaga
kemasyarakatan, perempuan dan pemuda dibantu dan didampingi oleh Pokja
tokoh-tokoh agama.
c.
Penanaman nilai kesetiawanan sosial dan pemupukan jiwa kepeloporan pemuda
untuk ikut
serta secara proaktif didalam setiap kegiatan sosial dan upaya penanggulangan
kemiskinan yang ada dilingkungan sekitarnya. Sasaran ini diserahkan
penggarapannya kepada Pokja pemuda, dibantu dan didampingi oleh kelompok kerja
perempuan serta kelompok-kelompok kerja lainnya sesuai kebutuhan.
d.
Peningkatan peran serta perempuan didalam penanggulangan kemiskinan
ditingkat RT, RW,
Kelurahan dan Kecamatan. Sasaran ini penggarapannya diserahkan kepada Pokja
perempuan melalui komunitas dasa wisma, posyandu dan PKK serta
organisasi-organisasi kewanitaan lainnya.
2.3.
Sasaran
Sasaran strategis
program ini adalah meningkatnya kualitas hidup dan kehidupan warga masyarakat
miskin Kota Blitar sehingga secara bertahap dapat mengurangi jumlah warga
masyarakat miskin di Kota Blitar. Sasaran umum tersebut untuk Tahun 2009
dijabarkan sebagai berikut :
a.
Terpenuhinya kebutuhan dasar warga masyarakat miskin
yang mengalami
kesulitan didalam memenuhi kebutuhan dasarnya dibidang pangan, sandang dan papan
serta pelayanan kesehatan dan pendidikan dasar.
b.
Meningkatnya pendapatan keluarga miskin
melalui usaha
produktif sektor mikro, kecil dan menengah baik di lapangan informal maupun
formal.
c.
Semakin berkembangnya motivasi dan kepercayaan diri warga masayarakat miskin
sehingga secara bertahap mau dan mampu secara aktif menanggulangi
permasalahannya sendiri.
d.
Meningkatnya
kepedulian seluruh elemen masyarakat
untuk
berpartisipasi dalam GPMK.