| |
| Kalender Kegiatan |
| |
Sn |
Sl |
Rb |
Km |
Jm |
Sb |
Mg |
| > |
|
|
01
|
02
|
03
|
04
|
05
|
| > |
06
|
07
|
08
|
09
|
10
|
11
|
12
|
| > |
13
|
14
|
15
|
16
|
17
|
18
|
19
|
| > |
20
|
21
|
22
|
23
|
24
|
25
|
26
|
| > |
27
|
28
|
29
|
30
|
|
|
|
Kegiatan Minggu ini
Tidak ada kegiatan minggu ini
Search events by...
Kegiatan Hari Ini
| Tidak ada kegiatan hari ini |
|
|
| WhosOnline |
Selamat Datang Tamu! Guest(s)online: 1
No Members are currently logged in.
|
|
|
|
|
| |
|
Info : |
|
| INFO DATA PERENCANAAN DAN HASIL PEMBANGUNAN KOTA BLITAR |
|
|
Sisa 41 Bidang Belum Tersertifikat
Rabu, September 08, 2010 08:22:28 -- Memasuki pertengahan tahun 2010, tercatat tinggal 41 bidang tanah aset milik Pemkot Blitar belum tersertifikat. Meski telah menjadi milik Pemkot Blitar sejak lama, namun pelbagai kendala masih ditemui di dalam proses sertifikasi atau legal-formal ke-41 bidang tanah aset tersebut.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Pengelola Arsip dan Barang Daerah (KPABD) Kota Blitar, Pande Suryadi, SH. Dia melanjutkan, mayoritas dari pelbagai kendala di dalam proses pengurusan sertifikat ke-41 bidang tanah aset Pemkot Blitar itu adalah menyangkut hak kepemilikan tanah terdahulu.
Selain itu, sejumlah persyaratan yang diajukan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Blitar dipandang tidaklah mudah untuk dipenuhi Pemkot Blitar. Jikapun dapat, hal ini akan memakan proses panjang dengan waktu yang lama, meski seiring dengan permasalahan itu, Pemkot Blitar dapat merealisasikannya, jelasnya.
Kepala KPABD Kota Blitar menambahkan, 41 bidang tanah yang belum mengantongi sertifikat itu di antaranya, adalah tanah pertanian; dan tanah gedung yang saat ini ditempati SD Kepanjenlor. Meski demikian, pemanfaatannya telah dikuasai sepenuhnya oleh Pemkot Blitar demi kepentingan masyarakat Kota Blitar sendiri. |
| |
Implementasi Program GPMK Mulai Dilakukan
Rabu, September 08, 2010 08:17:49 -- Pemkot Blitar berharap implementasi program Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK) Kota Blitar Tahun Anggaran 2010, dapat segera dilakukan. Hal ini tidak lepas dari mulai dapat dicairkannya penganggaran program GPMK tersebut sejak pertengahan bulan Juli kemarin di masing-masing kelurahan dan kecamatan.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (Bapemasda) Kota Blitar, M. Taufik, SH, M.AP. Dia melanjutkan, seluruh usulan masyarakat Kota Blitar yang difasilitasi pada tingkat kelurahan dan kecamatan telah dipelajari; diverifikasi; dan disetujui oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kota Blitar.
Seluruh proposal kegiatan yang difasilitasi melalui alokasi anggaran program GPMK yang difasilitasi kelurahan dan kecamatan memang sudah masuk dan telah disetujui TKPK Kota Blitar, yang kemudian direkomendasikan oleh Bapemasda Kota Blitar untuk dapat segera dicairkan, jelasnya.
Meskipun berbeda prosedurnya dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, imbuh Kepala Bapemasda Kota Blitar, pada dasarnya seluruh proposal yang masuk itu sudah memenuhi persyaratan sebagaimana yang diatur di dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) GPMK Kota Blitar Tahun Anggaran 2010. |
| |
RSUD Bakal Dapat Bantuan Pemerintah RI
Selasa, September 07, 2010 08:28:02 -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar, akan mendapatkan tambahan bantuan dari Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Kementerian Kesehatan RI pada tahun anggaran 2010 ini. Bantuan itu sendiri masuk ke dalam alokasi dana restrukturisasi dan revitalisasi rumah sakit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tugas Pembantuan (APBN-TP) Tahun Anggaran 2010.
Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, alokasi dana yang didapatkan RSUD Mardi Waluyo adalah sebesar Rp 5 miliar, serta harus digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana medis khusus untuk kelas ekonomi (kelas III).
Bentuk sarana dan prasarana penunjang yang dapat dibiayai melalui alokasi anggaran ini, masih akan dipelajari, mengingat petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis berkaitan dengan anggaran ini dari Pemerintah RI belum turun. Sehingga, masih belum dapat diketahui secara rinci mengenai peruntukannya, ujarnya.
Untuk mengantisipasi masalah ini, imbuh Plt Sekretaris Daerah Kota Blitar, Pemkot Blitar akan melakukan koordinasi dan komunikasi intensif, baik di dalam lingkup Pemkot Blitar maupun dengan Kementerian Kesehatan RI. Tujuannya, agar di dalam penggunaannya nanti dapat sesuai dengan grand desain bangunan RSUD itu sendiri.
Sehingga, diharapkan tidak terjadi kesalahan pemahaman di dalam melaksanakan dan menggunakan alokasi anggaran dari Pemerintah RI tersebut, antara perencanaan yang menjadi grand desain RSUD dengan pemanfaatan anggaran itu sendiri. Sekaligus mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, jelasnya. |
| |
Aplikasi Desa Konservasi Dimulai dengan Sosialisasi
Selasa, September 07, 2010 08:26:07 -- Pemkot Blitar berencana akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, sebelum melakukan aplikasi Desa/Kelurahan Konservasi Kota Blitar yang ditetapkan di Kelurahan Pakunden, dalam rentang waktu tiga bulan akhir tahun 2010 ini. Hal ini sekaligus menjadi kelanjutan dari ditetapkannya Kota Blitar sebagai salah satu kota pelaksana desa konservasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Demikian diutarakan Kepala Kantor Lingkungan Hidup Daerah (KLHD) Kota Blitar, Ir. Made Sukawardhika, Dip.L. Dia melanjutkan, pelaksanaan sosialisasi ini nantinya akan melibatkan seluruh komponen masyarakat Kelurahan Pakunden, ditambah dengan sejumlah komponen pecinta lingkungan di Kota Blitar.
Mengenai kepastian jangka waktunya, tengah dibahas oleh Pemkot Blitar beserta komponen masyarakat Kelurahan Pakunden. Sehingga, ketika dilakukan pelaksanaannya, diharapkan dapat diikuti oleh seluruh atau perwakilan komponen masyarakat Kelurahan Pakunden, mengingat pentingnya pemahaman tentang pelaksanaan program desa konservasi ini bagi mereka sendiri, terangnya.
Kepala KLHD Kota Blitar menambahkan, bentuk sosialisasi yang akan disampaikan kepada masyarakat Kelurahan Pakunden nantinya akan meliputi konsep bangunan yang ramah lingkungan hidup; aktivitas industri; dan cara mengurangi pencemaran air di sungai. Hal ini tidak lepas dari keberadaan Kelurahan Pakunden sebagai sentra industri tahu dan tempe.
Intinya, masyarakat Kelurahan Pakunden akan mendapatkan sosialisasi tentang penanganan masalah lingkungan hidup secara menyeluruh. Sehingga, di dalam pelaksanaannya nanti, akan dapat disesuaikan dengan intisari dari pelaksanaan program desa konservasi dan dipadukan dengan partisipasi masyarakat di dalamnya, jelasnya. |
| |
132 Ribu Jiwa, Hasil Sensus Penduduk 2010
Senin, September 06, 2010 09:54:13 -- Jumlah penduduk Kota Blitar menembus angka 132.018 orang, berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2010. Angka ini meningkat 13.133 jiwa, jika mengacu pada hasil Sensus Penduduk 2000 dengan angka 119.372 jiwa; juga lebih dari 14.000 jiwa jika mengacu pada hasil Sensus Penduduk 1990 yang berjumlah 118.933 jiwa.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Blitar, Drs. Mohammad Sarjan. Dia melanjutkan, distribusi atau persebaran penduduk di Kota Blitar menunjukkan bahwa Kecamatan Sananwetan merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak; dan disusul Kecamatan Sukorejo serta Kepanjenkidul.
Tepatnya Kecamatan Sananwetan berjumlah penduduk 49.236 jiwa, yang terdiri dari 24.557 jiwa laki-laki dan 24.679 perempuan, dengan rasio seks 99,51%; Sukorejo 44.135 jiwa, dengan rincian 21.828 jiwa laki-laki dan 22.307 perempuan, rasio seks 97,85%; dan Kepanjenkidul 38.647 jiwa, 19.684 jiwa perempuan dan 18.963 laki-laki, rasio seks 96,34%, jelasnya.
Kepala BPS Kota Blitar menambahkan, distribusi penduduk ini mengalami pergeseran yang tajam, jika dibandingkan dengan Sensus Penduduk 2000, misalnya. Meski jumlah penduduk di pusat kota masih mendominasi, tetapi pergeseran penduduk di ibu kota-ibu kota kecamatan juga memperlihatkan kecenderungan meningkat. |
| |
Dijamin Meningkat, PAD Sektor Pariwisata
Senin, September 06, 2010 09:53:13 -- Pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata Kota Blitar pada tahun anggaran 2010 ini dipastikan akan mengalami peningkatan. Hal ini tercermin dari terealisasi 89,15% PAD sektor pariwisata dari target yang ditetapkan dan dibebankan kepada satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait.
Demikian diutarakan Kepala Bidang Pariwisata Dinas Komunikasi, Informasi, dan Pariwisata Daerah (Dinas Kominparda) Kota Blitar, Drs. Handoko Suhandrito. Dia melanjutkan, realisasi 89,15% PAD sektor pariwisata tersebut baru terhitung hingga akhir bulan Juli 2010, atau satu bulan pasca-semester I tahun anggaran 2010.
Nominalnya sebesar Rp 1,521 miliar, dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,706 miliar pada tahun anggaran 2010. Hal ini menandakan bahwa sektor pariwisata di Kota Blitar mampu menjadi magnet dan daya tarik besar bagi para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sekaligus dapat menjadi pemberi kontribusi yang cukup signifikan bagi PAD Kota Blitar, jelasnya. |
| |
P-APBD Masih Didominasi Belanja Tidak Langsung
Senin, September 06, 2010 09:48:31 -- Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Kota Blitar Tahun Anggaran 2010 masih didominasi belanja aparatur dan belanja hibah, dan termasuk ke dalam pos belanja tidak langsung. Peningkatannya cukup signifikan, sekitar 12,82%, jika dibandingkan dengan pos anggaran lainnya.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kota Blitar, Drs. Rudi Wijanarko, M.Si. Dia melanjutkan, besarnya anggaran belanja aparatur, terutama dalam pos belanja tidak langsung, kebanyakan disumbangkan untuk penyesuaian gajian pegawai negeri sipil (PNS), dalam hal ini tenaga kependidikan yang lolos dalam sertifikasi.
Ini sudah menjadi hak para tenaga kependidikan yang diatur di dalam peraturan perundang-undangan. Karena itulah, pada pos belanja aparatur mengalami peningkatan sebesar 18% dari total sebesar 12,82% peningkatan pos belanja tidak langsung pada APBD Kota Blitar Tahun Anggaran 2010 pasca-perubahan, jelasnya. |
| |
Jelang Lebaran, Geber Bantuan Sosial GPMK
Senin, September 06, 2010 09:46:31 -- Guna berbagi kemenangan Pemkot Blitar melaksanakan dua kegiatan bantuan sosial bagi rumah tangga sasaran (RTS) atau keluarga miskin (gakin) pada awal bulan September 2010 ini. Kedua kegiatan ini merupakan implementasi program Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK) Kota Blitar Tahun 2010.
Demikian disampaikan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Daerah (Bapemasda) Kota Blitar, M. Taufik, SH, M.AP. Dia melanjutkan, kedua kegiatan itu melibatkan seluruh komponen masyarakat, dengan sasaran utama RTS atau gakin, serta anak yatim dan piatu dari kalangan RTS atau gakin itu sendiri.
Kegiatan pertama adalah pelaksanaan pasar murah yang dilakukan di Kebon Rojo selama dua hari, 1-2 September 2010, yang melibatkan Tim Penggerak PKK Kota Blitar dan gabungan organisasi wanita (GOW) Kota Blitar. Selain menjual sembako, jajanan, pemkot juga akan membagikan secara cuma-cuma baju layak pakai, jelasnya. |
| |
Dikembangkan, Sirkulasi Angkutan Umum
Jumat, September 03, 2010 08:20:34 -- Pemkot Blitar berencana untuk melakukan pengembangan sirkulasi angkutan umum di seluruh wilayah Kota Blitar, dan disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028. Upaya ini sekaligus menjadi jawaban atas permasalahan lalu-lintas dan transportasi darat di Kota Blitar pada masa mendatang.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, pada dasarnya angkutan umum yang melalui jaringan jalan di Kota Blitar, antara lain mobil penumpang umum berupa angkutan kota, angkutan antar-kota dan bus; sedangkan angkutan pribadi, meliputi mobil dan sepeda motor.
Khusus pengembangan sikulasi berupa rute angkutan umum, baik regional maupun dalam kota, sangat diperlukan untuk mobilisasi masyarakat dan untuk mengalihkan arus lalu lintas agar tidak menumpuk pada ruas-ruas jalan utama yang ada. Sehingga, memudahkan pula arus transportasi di dalam kota, jelasnya. |
| |
Disiapkan, Sistem Perparkiran Kota Blitar
Kamis, September 02, 2010 08:10:05 -- Pemkot Blitar tengah menyiapkan tiga sistem parkir yang akan diterapkan di Kota Blitar. Ketiga sistem parkir beserta pengembangannya ini juga telah masuk ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028, pada sektor transportasi dan jaringan jalan.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Perhubungan Daerah (Dishubda) Kota Blitar, Suharsono, SH, M.AP. Dia melanjutkan, ketiga sistem parkir yang telah direncanakan tersebut lebih diarahkan untuk pemarkir yang durasi parkirnya pendek dan lokasi yang bisa menggunakan parkir jalan adalah di jalan kolektor sekunder. |
| |
Pemkot Blitar Berupaya Kelola Penuh Istana Gebang
Rabu, September 01, 2010 08:18:50 -- Pemkot Blitar berencana dan berupaya untuk mengelola penuh Istana Gebang, sebagai salah satu upaya penyelamatan aset bersejarah di Kota Blitar. Untuk merealisasi hal tersebut, pada tahun anggaran 2011 mendatang, Pemkot Blitar akan mengalokasikan sejumlah dana guna pengambilalihan objek wisata tersebut.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar, Muh. Hadi Maskun, SE. Dia melanjutkan, upaya ini tidak terlepas dari semakin kuatnya isu tentang penjualan Istana Gebang, yang bermula sejak tahun 2008 dengan munculnya sejumlah iklan penawaran penjualan situs bersejarah tersebut.
Sejumlah orang yang dulu mengaku ahli waris sempat membuka angka Rp 30 miliar untuk penjualan Istana Gebang ini. Dan, semakin tahun, dipastikan nominalnya akan bertambah, seiring dengan semakin menuanya usia koleksi serta bangunan rumah milik keluarga Bung Karno tersebut, ujarnya. |
| |
Pemkot Blitar Berupaya Kelola Penuh Istana Gebang
Rabu, September 01, 2010 08:13:16 -- Pemkot Blitar berencana dan berupaya untuk mengelola penuh Istana Gebang, sebagai salah satu upaya penyelamatan aset bersejarah di Kota Blitar. Untuk merealisasi hal tersebut, pada tahun anggaran 2011 mendatang, Pemkot Blitar akan mengalokasikan sejumlah dana guna pengambilalihan objek wisata tersebut.
Demikian diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kota Blitar, Muh. Hadi Maskun, SE. Dia melanjutkan, upaya ini tidak terlepas dari semakin kuatnya isu tentang penjualan Istana Gebang, yang bermula sejak tahun 2008 dengan munculnya sejumlah iklan penawaran penjualan situs bersejarah tersebut.
Sejumlah orang yang dulu mengaku ahli waris sempat membuka angka Rp 30 miliar untuk penjualan Istana Gebang ini. Dan, semakin tahun, dipastikan nominalnya akan bertambah, seiring dengan semakin menuanya usia koleksi serta bangunan rumah milik keluarga Bung Karno tersebut, ujarnya. |
| |
Kerja Sama Kembangkan Sekolah Adiwiyata
Selasa, Agustus 31, 2010 08:25:15 -- Dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkot Blitar bekerja sama untuk mewujudkan sekolah adiwiyata di seluruh institusi pendidikan formal di Kota Blitar dimulai tahun 2010 ini. Kerja sama ini juga melibatkan Sekolah Dasar Katolik (SDK) Santa Maria, peraih Anugerah Adiwiyata Tahun 2010 tingkat Nasional, dari Kota Blitar.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Kota Blitar, Drs. H. Pratignyo Yitno Sutomo, M.Pd. Dia melanjutkan, kerja sama strategis guna menciptakan sekolah-sekolah adiwiyata di Kota Blitar tersebut dilakukan antara Dikda dan Kantor Lingkungan Hidup Daerah (KLHD) Kota Blitar.
Sementara, pengelola SDK Santa Maria akan menjadi semacam tutor yang ditunjuk dari kedua SKPD ini untuk menularkan ilmu pengetahuan dan segala sesuatunya yang berkaitan dengan upaya mereka di dalam meraih Anugerah Adiwiyata tingkat Nasional. Sehingga, upaya ini tidak hanya sebatas teroitik semata, tetapi juga ada contoh praktiknya, jelasnya.
Sebagai langkah awal, imbuh Kepala Dikda Kota Blitar, akan dimulai dengan pembinaan bagi para tenaga pendidik, masing-masing satu orang guru, dari seluruh institusi sekolah yang ada di Kota Blitar. Dan, di dalam implementasinya, agenda ini akan dilaksanakan pada bulan September mendatang. |
| |
Dikembangkan, Trotoar Multiguna Kota Blitar
Selasa, Agustus 31, 2010 08:23:22 -- Pemkot Blitar merencanakan untuk menjadikan jalur pedestrian atau trotoar sebagai fasilitas penunjang transportasi yang multiguna. Upaya ini dapat memberikan multimanfaat, terutama di dalam memenuhi aspek ekonomi; lingkungan; dan sosial, sebagaimana diterangkan di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, upaya ini tidak lepas dari pemikiran bahwa jalur pedestrian merupakan bagian dari linkage sistem kawasan yang membentuk karakter lingkungan dan ruang publik.
Selain itu, jalur pedestrian merupakan ruang yang memungkinkan terjadinya kontak sosial antar-penduduk, tanpa terbatas oleh wilayah geografis. Dan, jalur pedestrian juga berfungsi sebagai ruang ekonomi yang memungkinkan terjadinya kontak sosial antara masyarakat dan pedagang, jelasnya. |
| |
Timur-Barat, Arah Kebijakan Spasial Kota Blitar
Senin, Agustus 30, 2010 13:57:18 -- Arah timur dan barat, menjadi arahan Kota Blitar berdasarkan kebijakan spasial, sebagaimana termaktub di dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Blitar Tahun 2008-2028. Kebijakan ini juga telah disesuaikan dengan arahan bagi Kota Blitar di dalam RTRW Provinsi Jawa Timur.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, M.AP. Dia melanjutkan, yang menjadi dasar pemikiran adalah Kota Blitar merupakan kawasan potensial, dimana wilayah tersebut memiliki berbagai komoditas utama dan dapat dikembangkan menjadi sektor yang dapat diunggulkan terutama pada sektor agraris.
Mengacu pada pola perkembangan wilayah di kawasan Blitar ke arah Malang, dengan mulai dibangunnya pusat-pusat-pusat kegiatan pelayanan publik Kabupaten Blitar, mulai muncul bangkitan-bangkitan baru selain kegiatan perdagangan. Kota Blitar ke arah timur mengarah pada terjadinya interaksi kuat berpola linier, mengikuti jaringan jalan kolektor primer, terangnya. |
| |
|
|
|